Tips3 menit baca

Networking untuk Pencari Kerja yang Tidak Suka Networking

Kamu tidak perlu datang ke acara yang canggung atau mengirim pesan LinkedIn yang terasa dipaksakan. Strategi networking praktis untuk introvert dan orang yang lebih suka membiarkan hasil kerja berbicara.

Kembali ke blog

"Perbanyak networking" adalah saran pencarian kerja paling generik, sekaligus paling tidak membantu jika kamu bukan tipe orang yang mudah bersosialisasi. Kabar baiknya: networking yang efektif untuk mencari kerja bukan soal mengumpulkan kontak sebanyak mungkin. Ini soal memulai percakapan tulus dengan orang yang bisa memberi informasi berguna.

Ubah cara pandang: networking adalah riset

Alih alih berpikir "saya harus networking agar dapat kerja", coba: "saya perlu tahu seperti apa kerja di posisi ini di perusahaan ini".

Wawancara informal, percakapan 20 menit di mana kamu bertanya, biasanya lebih ringan daripada langsung meminta referensi. Banyak profesional lebih mudah mengiyakan "Bolehkah saya bertanya 3 hal tentang perjalanan karier Anda?" dibanding "Bisakah Anda mereferensikan saya?"

Mulai dari koneksi hangat

Urutkan outreach berdasarkan kedekatan:

  1. Mantan rekan dan atasan: mereka sudah mengenal kualitas kerjamu
  2. Alumni kampus: identitas bersama sering membuka pintu
  3. Teman dari teman: hanya satu perkenalan lagi
  4. Outreach dingin: respons paling rendah, gunakan secukupnya

Alokasikan 80% energi networking pada dua tingkat pertama.

Tulis pesan yang mendapat balasan

Pesan yang lemah:

Halo, saya sedang mencari kerja. Apakah ada lowongan?

Pesan yang lebih baik:

Halo [Nama], saya lihat Anda pindah dari [Perusahaan A] ke [Perusahaan B] sebagai [Role]. Saya sedang mengeksplorasi jalur serupa dan ingin belajar apa yang membuat transisi itu berhasil bagi Anda. Apakah Anda berkenan untuk obrolan singkat 15 menit minggu ini atau minggu depan? Tidak masalah jika waktunya sedang padat.

Singkat, spesifik, menghargai waktu lawan bicara, dan mudah dijawab ya atau tidak.

Beri dulu sebelum meminta

Tawarkan sesuatu yang kecil:

  1. Bagikan artikel yang relevan dengan pekerjaan mereka
  2. Ucapkan selamat atas pencapaian yang tulus
  3. Perkenalkan dua orang di jaringanmu yang seharusnya saling mengenal

Reciprocity bukan manipulasi. Itu cara hubungan profesional berjalan.

Catat networking seperti lamaran

Catat setiap percakapan:

  1. Siapa yang diajak bicara dan perannya
  2. Insight penting yang didapat
  3. Tindak lanjut yang dijanjikan
  4. Apakah mereka menawarkan referensi atau perkenalan

Enam minggu kemudian, saat mereka membalas email, kamu masih ingat konteksnya.

Tindak lanjuti tanpa terasa mengganggu

Setelah wawancara informal:

  1. Kirim ucapan terima kasih dalam 24 jam (maksimal tiga kalimat)
  2. Sebut satu hal spesifik yang kamu pelajari
  3. Jangan minta referensi di email terima kasih

Jika mereka menawarkan bantuan, tindak lanjuti sekali setelah dua minggu. Lalu berhenti. Konsisten bukan berarti mengganggu.

Kualitas lebih penting dari kuantitas

Tiga percakapan bermakna per minggu lebih baik daripada tiga puluh permintaan koneksi generik. Tawaran kerja sering datang dari derajat kedua atau ketiga, yaitu orang yang dikenal kontakmu, bukan dari kontak langsung.

Saat siap meminta referensi

Hanya setelah rapport terbentuk dan mereka memahami latar belakangmu:

Saya sudah melamar posisi [Role] di [Perusahaan]. Mengingat percakapan kita tentang [topik], apakah Anda berkenan mereferensikan saya atau mengarahkan ke orang yang tepat di tim tersebut?

Buat mudah bagi mereka untuk mengatakan tidak. Penolakan yang nyaman hari ini bisa menjadi ya di peluang berikutnya.

Terapkan dalam praktik

Mulai lacak lamaran, wawancara, dan tindak lanjutmu dengan Jobmetry. Gratis untuk memulai.

Buat akun gratis

Artikel terkait